album foto rajwa

July 8th, 2008 by fikrie

ni koleksi foto terbaru rajwa,,,,,,,, silahkan buka yaa,,, click here

Kita bisa apa?

March 12th, 2008 by fikrie

Hanya berkehendak.
Kebebasan untuk memilih jalan yang benar atau yang sesat.

Apakah kehendak?
Dimana letaknya? Seperti apakah bentuknya? Hanya Allah yang tahu.

Apakah letaknya di
otak? Bukan! Karena setelah di cari tidak ditemukan apa yang disebut kehendak.
Otak hanyalah penghubung antara kehendak dan tindakan. Setelah kita
berkehendak, Allah lah yang menggerakkan kita, bukan kita sendiri. Kita tidak
mengatur sinyal listrik di syaraf kita, melainkan Allah. Kita tidak mengatur
loncatan neurotransmitter di dalam sinaps, melainkan Allah. Kita tidak tahu
cabang syaraf mana dalam otak yang harus dihubung-hubungkan, melainkan Allah.
Kita tidak tahu serabut otot mana yang harus kita gerakkan, melainkan Allah.
Kita tak dapat mengatur pernapasan kita saat tidur, melainkan Allah. Kita tidak
mengatur gerak dalam perut kita, melainkan Allah Kita tak sanggup membuat usus
kita menyerap makanan, melainkan Allah. Kita tidak mengatur besar pupil mata
kita, melainkan Allah. Kita tak dapat mengatur sendiri transkripsi DNA kita,
melainkan Allah. Kita tak mampu menerjemahkan DNA ke RNA, melainkan Allah.

 

Siapakah yang
membuat jantung kita berdegub? Allah.

Siapakah yang
membuat lidah kita dapat merasa? Allah.

Siapakah yang
membuat kita dapat mengingat? Allah.

 

Allah, Dia
Rabbinnaas. Pemelihara. Pengatur. Penguasa. Tiada tuhan selain Allah.

Duhai Mataku

March 7th, 2008 by fikrie

Allah, di zaman penuh fitnah ini sangat sulit untuk memandang kedepan ketika melangkahkan kaki, namun sangat sulit juga untuk tidak memandang ke depan. Maka Allahu Rabbi, peliharanlah pandanganku dari apa yang bukan menjadi hak-ku, dan ampunilah aku. Peliharalah hatiku agar tidak tergoda pada apa yang bukan menjadi hak-ku, dan ampunilah aku. Dan tolonglah aku untuk menekan nafsuku, agar ia tak mengajakku memandang apa yang bukan menjadi hak-ku, dan ampunilah aku. Peliharalah mataku agar ia memandang apa yang Kau ingin ia pandang, dan memalingkan pandangan dari apa yang Kau tak ingin ia pandang. Lindungilah aku dari syaithon yang terkutuk. Engkaulah Allah, Rabb, yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Engakaulah Allah, Rabb, yang Maha Menutupi dan Maha Membukakan. Engkaulah Allah, Rabb yang Maha Memiliki dan Maha Menguasai. Engkaulah Allah, Rabb yang Maha Berkehendak dan Maha Pengampun.

Saat Cahaya itu terhalang

February 27th, 2008 by fikrie

sesungguhnya jalan itu telah jelas, diterangi cahaya yang amat terang namun tidak menyilaukan mata, hingga jelas apa yang benar dan apa yang salah. Jalan itu pun amat lebar dan luas hingga manusia dapat bebas berjalan diatasnya.

tapi mengapa mata ini tak memandang? seakan ada selaput gelap di hadapannya? hingga berkas-berkas sinar itu terhalang.

Saat nafsu ini mendengar setan terlaknat,
saat itulah mata ini menjadi gelap.
tak melihat mana yang benar mana yang sesat,
jiwa ini memilih dengan kalap.

Saat tak dapat bedakan mana halal, haram, dan syubhat
memilih hal-hal yang mendatangkan mudharat
dan melalaikan terasa nikmat
sadar berdosa pun tak merasa berat
saat itulah neraka menjerat..

Wahai aku..
lekaslah bertobat!
sebelum hati ini beku membatu
sebelum berada di liang lahat
sebelum menyesal di Yaumul Hisab

timbalah ilmu nan manfaat
sebagai bekal ke akhirat
laksanakan amal istiqomah, bulat, dan mantap
laksanakan segala hal yang mendatangkan berkat

                                                  - Fikrie280208

laporan perkembangan

October 22nd, 2007 by fikrie

rajwa dah bisa berguling, kalau didudukkan kepalanya sudah stabil, bisa cerita dengan bahasanya sendiri, tertawa terkekeh2, menggapai barang didepannya….

June 29th, 2007 by fikrie

S5030166_1Fathimah Rajwa Dinia

Warhamhuma kama rabbayani saghira

March 10th, 2007 by fikrie

hampir setiap selesai sholat kita membaca do’a untuk orang tua kita.

___Ya Allah, ampunilah hamba dan kedua orang tua hamba, dan kasihilah mereka seperti mereka mengasuh aku sewaktu kecil. ___

Aku memperhatikan diriku, bagaimana aku begitu berharap kepada anak yang sedang dikandung istriku, mendoakannya agar sempurna tubuh dan akhlaknya, berdoa agar tetap terjaga imannya, serta selalu melangkah di atas jalan Allah. Dengan demikian aku perhatikan asupan gizinya, termasuk ibunya, pilihkan nama-nama dengan arti yang baik.

Itu ketika anakku masih dalam kandungan, dan yang pasti akan banyak lagi perhatian yang akan kucurahkan untuk anakku sebagai bagian dari pengasuhanku. Dan aku teringat pada do’a kepada ibu dan bapak, dan membayangkan bagaimana mereka begitu memperhatikan aku sejak aku masih dalam kandungan hingga dewasa saat ini.

Dan aku juga teringat, bahwa do’a haruslah selalu dibarengi dengan ikhtiar. Do’a minta dilancarkan rezeki, harus dibarengi dengan usaha mencari rezeki itu sendiri, tidak bisa diam berpangku tangan berharap semuanya serba instan. Demikian pula do’a kepada ibu dan bapak, ketika aku meminta kepada Allah untuk mengasihi orang tuaku, apakah aku sendiri sudah berikhtiar? apakah aku mengasihi mereka sebagaimana mereka mengasuhku sejak kecil?

Benarkah aku sudah berbakti kepada mereka?

Grup SD Muhammadiyah 2 Pontianak

March 8th, 2007 by fikrie

udah gabung di group SD Muhammadiyah 2 Pontianak, buat yang merasa alumni, silahkan gabung yaa…. menjalin persaudaraan disini.

Silahkan klik disini untuk mengunjungi

Wanita mana yang lebih berani?

March 8th, 2007 by fikrie

Di tabloid dan media massa lainnya, ada istilah “BERANI” buka-bukaan. Tapi sebenarnya, wanita mana yang lebih berani? Wanita yang tampil buka-bukaan atau wanita yang menutup auratnya?

Coba saja kita bandingkan.

Di masa sekarang, wanita yang tampil buka-bukaan, mengikuti mode populer, akan banyak mendapatkan teman (karena mengikuti budaya populer), cenderung lebih mudah mendapatkan uang karena bidang yang membutuhkan “keterbukaan” lebih banyak dan lebih luas, dan tentu saja cenderung lebih cepat mendapatkan ketenaran.

Sedangkan wanita yang memutuskan untuk menutup auratnya akan banyak mendapatkan tentangan baik dari luar maupun dari dalam dirinya. Bagaimana dengan teman-temannya yang gaul, akankah meninggalkannya? Bagaimana pekerjaannya? bagaimana dengan keluarganya, akankah merestui? belum lagi sindiran-sindiran yang dilemparkan orang. Itu bisa terjadi di Indonesia yang mayoritas Islam.

Bagaimana bila terjadi di negara yang liberal dan Islam menjadi minoritas? tentu seorang yang buka-bukaan bukan lagi dianggap berani, sebaliknya menjadi hal yang wajar. Sedangkan untuk memutuskan memakai jilbab dan menutup aurat sesuai syariat di negara tersebut akan potensial terkena diskriminasi dan pelecehan. belum lagi dicurigai sebagai teroris.

Jadi, Wanita mana yang lebih berani? Dan menutup aurat saja sudah menjadi cara untuk berjihad di jalan Allah.

Rabb, Penyakit, Obat, dan Kesembuhan

March 7th, 2007 by fikrie

alamdulillahirabbil’alamin.. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.
masih
inget sedikit kajian di tipi kemaren yang membahas tentang Al-Fatihah.
Pada ayat "Alhamdulillahirabbil’alamin" dijelaskan satu persatu makna
kata sampai pada kata Rabb.

Rabb, beberapa artinya antara lain
adalah pendidik, pengatur, pemelihara. Ustad di tipi menjelaskan bahwa
tidak ada sesuatupun yang lepas dari pengaturan Allah sebagai Rabb, tak
terkecuali manusia, namun manusia sering kali pongah dan mengatakan
bahwa manusia lah yang mengatur dan memelihara dirinya sendiri. Sungguh
suatu perkataan yang amat sombong.

Ustad di tipi itu
memberikan penjelasan. kalau kita makan, siapa yang memerintahkan
lambung untuk mengeluarkan enzim2 pencernaan? siapa yang memerintahkan
usus untuk menyerap nutrisi? siapa yang memerintahkan darah untuk
mendistribusikan nutrisi kepada bagian tubuh yang memerlukan? hanya
Allah, sedangkan manusia kebanyakan tidak sadar dengan proses yang
terjadi dalam tubuhnya.

Begitu pula penyakit, siapa yang
memutuskan seorang manusia untuk menjadi sakit? apakah manusia ataukah
kuman? atas izin Allah kuman dapat masuk ke tubuh, atas izin Allah pula
kuman dapat berkembang biak di dalam tubuh, hingga terjadi sakit. Bila
Allah menghendaki maka tidak ada sesuatupun yang dapat mencegah.

Dan
apabila kita terserang penyakit, kita akan berusaha menyembuhkan diri
dari penyakit tersebut. Kita pergi ke dokter dan meminum obat yang
diresepkannya. Lantas, siapakah yang menyembuhkan? hanya Allah! apabila
kita minum obat, atas hanya atas izin-Nya obat dapat tertelan, hanya
dengan izin-Nya obat dapat hancur, hanya atas izin-Nya obat dapat
diserap, hanya atas izin-Nya obat dapat bekerja, dan hanya atas
izin-Nya tubuh mengeluarkan sisa obat, karena apabila tidak dikeluarkan
obat tersebut akan menumpuk di dalam tubuh sehingga hanya dengan
izin-Nya dapat menjadi racun bagi tubuh.

Jadi siapakah yang menyembuhkan? Hanya Allah SWT.

from rfikrie.multiply.com