Archive for January, 2006

Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barokatuh

Saturday, January 28th, 2006

Ucapan salam, memang biasa kita ucapkan. Saat bertemu teman, senior, adek, dosen, orang yang  ga dikenal, masuk dan keluar rumah, memasuki majelis,  dan saat mengakhiri Sholat. Tapi sadarkah kita bahwa saat mengucap salam kita juga mengucap doa?

Keselamatan bagimu, dan rahmat Allah serta barokah-Nya.

mungkin bila kita mengucapkannya dengan sungguh-sungguh, akan dapat merubah dunia yang penuh penderitaan ini, juga dapat merubah diri kita sendiri (karena Salam harus dijawab dengan Salam)

Wallahu a’lam

kecewa dan proses

Friday, January 20th, 2006

kenapa sih kita kecewa? mungkin karena kita tidak mendapatkan sesuai
dengan apa yang kita harapkan. Apa yang kita harapkan? tentunya HASIL
dari jerih upaya kita.

Tidak banyak orang mengambil kesenangan
dari proses. Tidak banyak orang yang mengambil kenikmatan dari sebuah
perjalanan. Yang ingin dilihat hanyalah, HASIL, LAPORAN AKHIR, RAPORT,
dsb.

Yeah.. memang seperti yang telah ditanamkan oleh orang tua
dan lingkungan kita sejak kecil. Fikrie cawu ini rangking brapa? masuk
5 besar nggak? tiba2 saja bertanya hasil tanpa pernah memperhatikan
bagaimana diriku menjalaninya.

tapi cobalah melihat prosesnya,
perjalanannya. nikmati seperti kita travelling, bahwa pemandangan indah
dan buruk datang silih berganti selama perjalanan sebelum sampai pada
suatu tujuan. nikmatilah prosesnya, karena itulah yang menunjukkan
usaha kita yang sebenarnya.

Seperti PAHALA dan DOSA. adalah
poin-poin yang kita dapat selama menjalani proses kehidupan. apapun
cita-cita kita, Allah tidak terlalu memperhatikan itu, melainkan PROSES
bagaimana kita mencapai cita-cita tersebut. Walaupun cita-cita tidak
tercapai, tapi Allah sudah memiliki nilai dengan melihat proses
kehidupan kita.

sekali lagi, cobalah untuk tidak menjadi RESULT
Oriented, tapi PROCESS Oriented, bagaimana kita memperhatikan proses
itu agar berjalan sebaik-baiknya. Itulah TAWAKAL, berusaha
sebaik-baiknya, dan menyerahkan hasilnya pada Allah. See?

my blog here

manusia

Friday, January 20th, 2006

manusia memang unik ya. Dengan segala ke-primitivan sistem limbiknya
(yang membawa sifat hewaniah), manusia dapat mengungkapkan segala
ekspresi, tentunya dengan berkoordinasi dengan korteks yang lumayan
tebal.

kemudian adanya temperamen, watak, sifat, persona dan
lain-lain yang sangat berfariasi antara satu dengan yang lainnya.
pemalu, pemarah, penyabar, penjilat, pemberani, penakut, ektovert,
introvert, dan lain lain lain lainya.

adakah kembaran kita di dunia ini?

maaf..
cuma bergumam tidak berguna. tidak dapat mengungkapkan kekaguman atas
mahluk yang satu ini. Bukan bermaksud narsistik atas mahluk yang lain
lho (soalnya kadang manusia bisa lebih rendah dari binatang), tapi
hanya kagum. Subhanallah.

Jukri

Sunday, January 15th, 2006

Jukri,
hmm… panggilan ini udah melekat erat denganku sejak kelas 1 sma. Aku
juga lupa siapa yang aneh-aneh mulai manggil aku dengan sebutan itu.
Ableh? kandidat terkuat. mungkin juga bobby or hanin (aku lupa
julukannya dulu). Dan efeknya sangat melekat. Sampai-sampai, adek kelas
2 tahun dibawahku cuma tau kalo namaku yang bener tu jukri.

imam: "wah, mas jukri ikut cimsa to?"
aku: "hei hei.. jangan panggil jukri dong kalo formal"
imam: "lho? nama mas sebenarnya siapa? jukri tho?"

waladhalah!

hmm… blog baruku di sini. Tapi aku jg tetep bakal posting di sini.

Sejarah

Thursday, January 12th, 2006

Sebenarnya sejarah yang kita pelajari slama ini tuh palsu gak sih? bayangin aja, waktu peradaban manusia pertama di sumeria kan tulisannya yang paku gitu. Kan ga semua orang bisa baca tulis, pasti yang penguasa2 aja yang bisa baca tulis. Nah, pastinya juga para penguasa tersebut yang menuliskan sejarah, juga yang memiliki fasilitas penyimpanan untuk benda2 seni dan sastra, sedangkan nasib orang miskin dan rakyat kecil tidak pernah diceritakan.

mungkin sampai sekarang juga begitu. para penguasa lah yang menuliskan sejarah, dan rakyat kecil tidak dapat memberikan andil dalam penulisan tersebut. lihat aja penulisan sejarah indonesia pada zaman suharto dan zaman sekarang, banyak yang beda kan?

karenanya mungkin kita tidak bisa begitu saja percaya dengan apa yang ditulis dalam sejarah. karena itu semua hanyalah pandangan dari satu (atau sedikit) sisi saja. bukan pandangan menyeluruh sebuah bangsa.