Be Your Self?

Be your self! Cara gue beda! U are U!
Slogan-slogan tersebut sering
digunakan untuk mengungkapkan kekukuhan seseorang agar tidak
terpengaruh dengan apa pun yang terjadi di lingkungan sekitarnya. “Gue
ya gue, lo suka atau nggak, ya terserah”

Hm hnm… sepertinya
slogan tersebut menghebuskan aroma liberal ya, "ku tau yang ku mau,
karena cara gue beda, ya terserah gue". Slogan yang menghembuskan
individualisme, slogan yang mengajarkan kebebasan berkehendak, tidak
peduli apa kata orang. Dengan demikian, slogan tersebut beraroma
egoistik. Dan satu lagi, dorongan untuk tidak berubah, bahkan memperuat citra diri yang belum tentu baik.

Sebenarnya siapa sih diri kita sendiri itu? Diri kita
adalah orang tua kita, saudara kita, teman-teman kita, musuh kita, dan
semuanya yang telah berinteraksi dengan kita. Ya, mau tidak mau, diri
kita dibentuk oleh lingkungan kita, dari kecil hingga sekarang dan
bahkan sampai mati.

Kita
berpikir beginilah diri kita, dari dulu
sampai sekarang tidak berubah, mungkin sampai mati. Tapi tidak,
kesalahan membuat kita lebih berhati-hati, putus cinta membuat kita
tidak mudah percaya, kemarahan orang lain membuat kita tidak percaya
diri, dsb dsb. Jadi, kita ini selalu berubah, baik fisik maupun psikis.
namun perubahan tersebut ada yang kita sadari, ada yang tidak. Ada yang
kita inginkan ada pula yang tidak kita inginkan.

karena itu, ayo kita sama-sama niatkan diri untuk berubah ke arah kebaikan.

Jadi, tidak ada kata terlambat untuk berubah,
terutama menjadi pribadi yang lebih baik. Ingatlah prinsip doa
Assalamualaikum, mendoakan keselamatan bagi orang-orang di kanan dan
dikiri (baca: di sekeliling) kita. Dan ingatlah prinsip 3M, dengan
memulai dari diri sendiri. Mulailah membangun kepribadian yang
memberikan rasa aman dan damai, bukan membiarkan tumbuh kepribadian
yang menimbulkan rasa curiga dan ketakutan.

Ketika kita mulai
berusaha berubah, janganlah takut akan cercaan-cercaan menghina,
seperti “munafik!” atau “pakai topeng lu!” karena itu adalah ujian.

trying understand the world.
trying understand the Me.

2 Responses to “Be Your Self?”

  1. Maya Says:

    hem hem… bukankah kalimat terakhirmu justru menyiratkan untuk “menjadi diri sendiri”? untuk tidak takut pada cercaan orang lain, butuh keteguhan hati dan keyakinan bahwa “it’s my way to be a better person”.
    jadi, pengaruh kalimat2 iklan itu tergantung gimana kita menangkapnya. aku sendiri setuju kok sama kalimat2 iklan itu. ketimbang ngributin bobot tubuh yang kurang ato lebih dari yg katanya ideal, ketimbang mikirin wajah jerawatan atau kulit yg ga putih, ketimbang berusaha tampak “gaul” ala metropolitan, lebih baik lakukan sesuatu yang lebih produktif.
    well, intinya, aku melihat kaimat2 iklan itu sebagai bentuk perlawanan pembodohan remaja yg gampang ngikut tren :)

  2. fiKRie Says:

    hehe, bener juga may! Tapi kadang kala orang salah menempatkan “Be Your Self” nya. Jadi keras kepala dan tidak menerima kebenaran. Trus yang perlu disinggung apa ya? Hehe, jadi teringat “lakum diinukum wa liya diin”, itu be your self juga ya?

Leave a Reply