Sejarah lagi

kemaren hari minggu aku ke toko buku. niatnya pengen beli buku ketiga kisah klan otori. Cari-cari di lantai 2, akhirnya dapet. Turun ke lantai satu, keliling-keliling ke setiap kategori buku. Pertama ke kategori komputer. Aku tertarik sama php and mysql, tapi nggak ada buku yang lengkap mbahasnya. Keliling ke buku-buku kedokteran juga nggak ada yang menarik (udah ga minat kali ya?), akhirnya berhenti di kategori sejarah.

Sebenarnya, aku suka banget sama sejarah. Dari sejarah kita bisa melihat perilaku manusia mulai sejak awal peradaban.  Dari sana kita juga bisa melihat berbagai keunggulan manusia, mulai dari menciptakan teknologi, membuat strategi perang, dan kebijakan-kebijakan tentang kehidupan.  Tapi dari sejarah pula kita dapat melihat kebusukan manusia, mulai dari penindasan dari penguasa apapun namanya, diktatorisme, kekaisaran, liberalisme, komunis, bahkan demokrasi.  sistem hanya akan menyesuaikan dengan siapa yang menjalankan sistem tersebut. oleh karena itu, tidak ada sistem yang baik atau buruk, yang ada manusia yang baik dan manusia yang buruk.

balik ke kategori sejarah di toko buku, banyak sekali buku yang menarik hati.  Ada sejarah jepang, sejarah korea, sejarah indonesia modern, sejarah sulawesi selatan, dan lain-lain.  Tapi, ketika hendak mengambil salah satu buku, tanganku menjadi ragu. Aku teringat akan ketakutanku akan penulisan sejarah. bahwa sejarah tidak pernah bohong, namun penulisan sejarah lah yang sering kali tidak benar, karena yang menulis sejarah adalah manusia yang sangat manusiawi sekali terpengaruh oleh perasaan dan pengalamannya. penulisan sejarah bisa jadi sangat subjektif, apalagi penulisan sejarah tersebut merupakan penulisan ulangan. bisa jadi juga sejarah tersebut sangat kontradiktif dengan kejadian aslinya karena kurangnya bukti-bukti.

ambil contoh saja. ketika penulisan tentang samurai ada dua kutub yang menilainya. di satu sisi samurai adalah ksatria pedang yang sangat patuh dan menjungjung tinggi ksatriaan dan keberanian. namun disisi penilaian yang lain, samurai tidak lain adalah kaki tangan penguasa dalam menindas rakyat, samurai tidak segan2 memenggal kaum eta (buangan) apabila mereka terlihat melintas di depannya. 

akhirnya, setelah sekitar 15 menitan berdiri di depan kategori sejarah, aku beranikan diri mengambil buku tentang bung Hatta (yang sudah lama sekali terbit). Dan aku harus membacanya dengan hati-hati..

trying understand the world.
trying understand the me.

Leave a Reply