lillahi ta’ala?
beberapa hari yang lalu, penceramah kultum taraweh bertanya pada jama’ah. "Kenapa kita tidak berpura-pura puasa saja? padahal kita bisa saja makan dan minum tanpa diketahui kalau kita membatalkan puasa"
penceramah melanjutkan, "itu karena kita merasa Allah sedang mengawasi kita, sehingga kita akan bertindak jujur"
dalam pikiranku, karena malu pada Allah, atau malu pada diri sendiri? gensi dong kalo kalah sama anak kecil… kalau puasa bisa jujur, kenapa kegiatan maksiat lain tidak dihentikan juga? mengapa tidak merasa dilihat oleh Allah ketika melakukan kemaksiatan dan dosa-dosa lainnya? dan mengapa, kita juga tidak merasa gengsi melakukan kemaksiatan2 itu?
karena kita telah terbiasa berbuat dosa. dan hati kita tidak tergugah lagi karena terbiasa.