Warhamhuma kama rabbayani saghira
hampir setiap selesai sholat kita membaca do’a untuk orang tua kita.
___Ya Allah, ampunilah hamba dan kedua orang tua hamba, dan kasihilah mereka seperti mereka mengasuh aku sewaktu kecil. ___
Aku memperhatikan diriku, bagaimana aku begitu berharap kepada anak yang sedang dikandung istriku, mendoakannya agar sempurna tubuh dan akhlaknya, berdoa agar tetap terjaga imannya, serta selalu melangkah di atas jalan Allah. Dengan demikian aku perhatikan asupan gizinya, termasuk ibunya, pilihkan nama-nama dengan arti yang baik.
Itu ketika anakku masih dalam kandungan, dan yang pasti akan banyak lagi perhatian yang akan kucurahkan untuk anakku sebagai bagian dari pengasuhanku. Dan aku teringat pada do’a kepada ibu dan bapak, dan membayangkan bagaimana mereka begitu memperhatikan aku sejak aku masih dalam kandungan hingga dewasa saat ini.
Dan aku juga teringat, bahwa do’a haruslah selalu dibarengi dengan ikhtiar. Do’a minta dilancarkan rezeki, harus dibarengi dengan usaha mencari rezeki itu sendiri, tidak bisa diam berpangku tangan berharap semuanya serba instan. Demikian pula do’a kepada ibu dan bapak, ketika aku meminta kepada Allah untuk mengasihi orang tuaku, apakah aku sendiri sudah berikhtiar? apakah aku mengasihi mereka sebagaimana mereka mengasuhku sejak kecil?
Benarkah aku sudah berbakti kepada mereka?
December 21st, 2008 at 5:38 pm
seluruh nyawa kita pun,
tak sebanding dengan kasih sayang beliau